Tampilkan postingan dengan label One World One Health (OWOH). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label One World One Health (OWOH). Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 September 2011

Metamorfosis veterinae: Abad 21

Oleh: Tri Satya Putri Naipospos

http://barcelonafineclub.blogspot.com/2011/07/metamorfosis-kupu-kupu.html
Pada hakekatnya profesi kedokteran hewan telah melewati metamorfosis berulang kali untuk sampai pada perannya sekarang ini. Di abad ke-21, profesi menemukan dirinya berada ditengah-tengah tatanan dunia baru, dimana dokter hewan menjadi bagian dari dunia yang saling berhubungan baik secara budaya, ekonomi, sosial, dan profesional. Sebagai konsekuensinya kebutuhan dan harapan sosial terhadap profesi ini semakin besar, kritis dan berjangkauan luas. [1]

Jumat, 19 Agustus 2011

Bayangkan dunia tanpa kedokteran hewan

Between animal and human medicine there is no dividing line — nor should there be. The object is different but the experience obtained constitutes the basis of all medicine.” Rudolf Virchow (1821–1902)

Oleh: Tri Satya Putri Naipospos

Tulisan pendek di internet yang aslinya berjudul “Imagine: A world without veterinary medicine” mungkin bisa dianggap terlalu berlebihan, karena sama sulitnya kalau kita harus membayangkan dunia tanpa hewan. Sejak zaman nabi Nuh, kita sudah berbagi ruang dengan hewan di dunia dimana kita hidup. Manusia mengadakan kontak dengan hewan setiap hari. Siapapun tidak menyangkal bahwa hewan adalah bagian integral dari kehidupan kita. [1]

Dokter hewan Indonesia bersumpah dalam upacara pelantikan kelulusannya dari Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) bahwa akan mengabdikan ilmu pengetahuan dan ketrampilan yang dimilikinya untuk kesejahteraan masyarakat melalui perbaikan mutu, peringanan penderitaan dan perlindungan hewan berlandaskan perikemanusiaan dan kasih sayang kepada hewan. [2] Tidak ada yang janggal dari sumpah tersebut, kesehatan manusia adalah tetap nilai yang paling tinggi dan logis dalam tingkatan nilai-nilai yang terkandung dalam sumpah tersebut. [3, 4]

Minggu, 03 Juli 2011

Manusia, hewan, patogen dan planit kita

Oleh: Tri Satya Putri Naipospos

Pada dasarnya kita cenderung merasa bahwa dunia disekitar kita terbentuk oleh karena budaya dan industri lebih dari sejarah alam itu sendiri. Padahal perlu disadari bahwa kita adalah bagian dari kesatuan biologik yang meliputi semua spesies hidup di planit ini. Semua spesies bukan hanya manusia, akan tetapi juga hewan, tanaman, jamur dan patogen berbagi prinsip biokimiawi dasar yang sama dalam hal metabolisme, reproduksi dan pertumbuhan. Satu hal yang sejak dahulu kala juga difikirkan oleh Charles Darwin yang terkenal dengan teori evolusinya. [1, 2]

Dunia mengenali bahwa penyakit-penyakit yang baru muncul dan muncul kembali (emerging and re-emerging diseases) yang berpotensi pandemik terjadi secara berulang dalam jangka waktu tertentu, dan sebagian besar bersumber dari hewan (zoonosis).

Baik habitat alam maupun lingkungannya yang dikendalikan manusia seperti sistem produksi pertanian dan rantai suplai pangan adalah habitat dimana patogen dapat muncul, bersirkulasi, berubah secara dinamis, dan kadangkala bisa berpindah ke induk semang yang spesiesnya berbeda. [1]

Minggu, 07 Maret 2010

Strategi mengurangi risiko penyakit dengan fokus pada interaksi manusia, hewan dan lingkungan – Kontribusi bagi konsep “One World, One Health”

Peringatan Ulang Tahun ke-3 Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies (CIVAS). Seminar Setengah Hari dengan tema "Konsep 'One Health' dalam rangka penanggulangan penyakit zoonosis" di Bogor, 20 Desember 2008.

Oleh: Tri Satya Putri Naipospos

Di abad ke-21 ini, sejumlah penyakit baru muncul (emerging diseases) dalam kecepatan yang sulit diduga pada populasi hewan maupun manusia telah menyebabkan berbagai gangguan dan ketidaknyamanan bagi kehidupan dunia. Baik disebabkan oleh agen penyakit yang dahulu diketahui sudah ada, tetapi kemudian menemukan populasi induk semang baru atau muncul di wilayah geografis yang sama sekali tidak pernah tertular sebelumnya.

Rintis konsep “Satu Kesehatan”

KOMPAS, Selasa, 9 April 2008 – Rubrik Opini

Oleh: TRI SATYA PUTRI NAIPOSPOS

Perkembangan dunia saat ini mengarah kepada pentingnya konsep baru “One world, One Medicine, One Health” untuk diperkenalkan secara luas dan berkesinambungan. Para pakar di banyak negara menghimbau kerjasama yang lebih terintegrasi dan sinergis antara dokter hewan dan dokter dalam mengantisipasi kebangkitan penyakit-penyakit zoonosis yang berpotensi epidemik.

Sampai dengan saat ini, kedokteran dan kedokteran hewan tetap dipandang sebagai sektor dan identititas yang terpisah di hampir semua negara. Meskipun pada kenyataannya, ada banyak hal-hal yang tumpang tindih antara kedua sektor ini, terlebih lagi apabila menyangkut kesehatan masyarakat dan pengendalian penyakit-penyakit yang bisa ditularkan ke manusia (zoonosis).

Rintis konsep ”One Health” (Satu Kesehatan) adalah suatu gerakan untuk menjalin kemitraan antara dokter dan dokter hewan yang harus disepakati oleh berbagai pihak, baik organisasi medik kesehatan, kesehatan hewan maupun kesehatan masyarakat. Jalan menuju pelaksanaan rintisan ”One Health” harus dimulai dengan merancang kerjasama dan mengurangi hambatan komunikasi yang terjadi antara dokter dan dokter hewan.