Tampilkan postingan dengan label Ternak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ternak. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 Maret 2010

Efisiensi industri perunggasan lewat sistem integrasi vertikal: Mampukah Indonesia bersaing?

Oleh: Tri Satya Putri Naipospos-Hutabarat

Belajar mengenai industri perunggasan Amerika Serikat (AS) dan membandingkannya dengan Indonesia mungkin bukanlah suatu cara yang tepat dan adil untuk menjawab benar tidaknya isu monopoli pada industri perunggasan Indonesia. Sejarah industri perunggasan AS sudah dimulai lebih dari seratusan tahun yang lalu, sedangkan industri perunggasan Indonesia baru berusia kurang lebih setengah abad. Pada tahun 2002, produksi daging ayam potong (broiler) AS telah mencapai 14,76 juta metrik ton, sedangkan Indonesia baru mencapai 857 ribu metrik ton (hanya sekitar 6 persen dari produksi AS).

Minggu, 07 Maret 2010

Ayam Kampung: Proletar yang Siap Dilirik

TROBOS, 1 Januari 2009 – Kolom & Opini

Oleh: Tri Satya Putri Naipospos

Ayam kampung lebih sering dikaitkan dengan kaum proletar atau pengentasan kemiskinan atau ketahanan pangan di tingkat rumah tangga, tetapi sangat sedikit dibicarakan dari sisi komersialisasinya atau bisnisnya. Istilah ayam keluarga (family poultry) atau ayam belakang rumah (backyard poultry) atau ayam pedesaan (village/rural poultry) menjadi begitu melekat pada ayam kampung dan diterima sebagai suatu yang sudah demikian adanya.

Akan berbeda halnya kalau kita pernah ngobrol dengan Haji Ade Zulkarnaen. Haji Ade adalah, mantan wartawan yang alih profesi jadi peternak ayam kampung di rumahnya di Cicurug, Sukabumi. Dia tidak pernah kenal lelah kalau bicara tentang bisnis ayam kampung. Meskipun ayam kampung lebih dicitrakan “lokal”, “serabutan” atau “usaha kecil”, tetapi Haji Ade menganggap peternak ayam kampung adalah tuan di negeri sendiri.