Tampilkan postingan dengan label Anthrax. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anthrax. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Agustus 2011

Pertanian, tradisi dan Antraks

Gambar 1: Sebaran kejadian wabah antraks di seluruh dunia. Di sebagian negara-negara berkembang, kejadian antraks adalah fakta yang tetap dekat dengan kehidupan manusia. [10]

Oleh: Tri Satya Putri Naipospos

Ada dua hal interpretasi teknis mengganggu tentang penyakit antraks yang kadangkala terbaca di pemberitaan media di Indonesia. Pertama, disebut tentang virus antraks, ke-dua antraks dalam konteks bioterorisme. Padahal antraks adalah penyakit yang disebabkan oleh kuman atau bakteri, bukan virus. Antraks adalah penyakit yang terjadi secara alamiah, harus dibedakan dengan teror antraks sebagai perang biologis yang secara sengaja diciptakan manusia.

Minggu, 21 Maret 2010

Berternak di Daerah Endemis Antraks Perlunya Komunikasi Risiko

KOMPAS, SABTU, 5 MARET 2005 (HALAMAN 58) – RUBRIK ILMU PENGETAHUAN

Tri Satya Putri Naipospos

Sejak pertama kali kejadian antraks pada ternak kerbau dilaporkan tahun 1884 di wilayah Teluk Betung Propinsi Lampung, negeri ini tidak pernah luput dari serangan penyakit tersebut hampir di seluruh wilayah. Sampai saat ini tercatat 22 propinsi pernah mengalami kejadian antraks di sejumlah kabupaten tertentu.

Tentunya tidak mengherankan mengingat antraks adalah penyakit yang bersifat universal. Seluruh wilayah dunia mulai dari negara yang beriklim dingin, subtropis maupun tropis, dan juga mulai dari negara yang berpendapatan rendah, negara sedang berkembang bahkan negara maju pernah mengalami antraks (lihat Gambar 1). Kuman antraks dapat hidup dimana-mana, kecuali di wilayah dekat kutub utara dan selatan.

Minggu, 14 Maret 2010

Anthrax sebagai Senjata Biologis

K O M P A S, SENIN, 12 NOVEMBER 2001 (HALAMAN 30) – Rubrik Kesehatan

Tri Satya Putri N Hutabarat


INDONESIA memang biasa menangani anthrax yang sering kali menyerang ternak (Kompas, 27 Oktober 2001), akan tetapi, tak banyak yang tahu bahwa anthrax sebagai senjata biologis sangat jauh berbeda dengan kejadian alamiahnya. Anthrax sebagai senjata biologis adalah spora yang sudah mengalami rekayasa genetika, sehingga daya pemusnah yang dimilikinya lebih besar daripada spora anthrax yang hidup dalam lingkungan sekitar kita.

Anthrax seperti halnya smallpox dan plague dikategorikan dalam sepuluh agen biologis urutan teratas dalam bioterorisme dengan tingkat keganasan yang sama dan berpotensi menimbulkan masalah global. Kategori tersebut didasarkan pada kemampuan penyebaran atau penularannya, potensinya dalam menimbulkan masalah kesehatan masyarakat (seperti angka kematian yang tinggi), potensinya dalam menimbulkan kepanikan publik dan gangguan sosial, serta seberapa besar upaya kesiagaan darurat yang harus dipersiapkan masyarakat.