Tampilkan postingan dengan label Ekonomi veteriner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi veteriner. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Juni 2013

Perhitungan Kerugian Ekonomi Penyakit Mulut dan Kuku

(Tulisan lama dibawah ini dibuat pada tahun 2002 yang lalu, ditampilkan berkaitan dengan acara Simulasi PMK Direktorat Kesehatan Hewan "CELEBES SIAGA PMK" di Makassar 2-5 Juli 2013)
 
Drh. Tri Satya Putri N. Hutabarat, MPhil, PhD
Direktur Pengembangan Peternakan

I.   PENDAHULUAN

Suatu penyakit hewan eksotik yang sangat menular seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) mampu menyebabkan kerugian ekonomi yang sangat luar biasa besarnya baik bagi produsen ternak, industri terkait maupun konsumen. Pemerintah Indonesia berupaya untuk melakukan tindakan-tindakan yang diperlukan untuk mencegah masuknya kembali PMK ke Indonesia dan akan melakukan upaya pemberantasan dengan biaya yang diharapkan dapat ditekan serendah mungkin apabila wabah PMK suatu saat muncul kembali.

EKONOMI VETERINER

(Tulisan yang sudah lama sekali, pentingnya ekonomi veteriner diingatkan kembali oleh Drh. Tjiptardjo Pronohartono, SE - Pemimpin Redaksi Majalah Infovet. Tulisan ini dikutip dari buku “Dokter Hewan Indonesia” yang diterbitkan oleh PB PDHI tahun 1986; pp. 120-126)

Infovet, Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan  - Edisi 229 Agustus 2013 (halaman 70-72)

Tri Satya Putri N. Hutabarat
Direktorat Jenderal Peternakan

1. PENDAHULUAN

www.davenicol.com
“Ekonomi Veteriner” atau dalam bahasa asingnya “Veterinary Economics” adalah hal yang masih baru dan belum banyak diterapkan di bidang kesehatan hewan di Indonesia. Apa yang dimaksud dengan ekonomi veteriner? Ekonomi veteriner adalah suatu ilmu yang mempelajari penerapan prinsip-prinsip ekonomi di dalam menganalisa suatu kegiatan veteriner.

Selama dasawarsa terakhir ini, negara-negara maju memperoleh kemajuan yang berarti dalam pengembangan teknik-teknik analisa ekonomi yang digunakan dalam perencanaan maupun evaluasi program-program kesehatan hewan. Dalam tahun-tahun belakangan ini ekonomi veteriner semakin populer dan meningkat penggunaannya di negara-negara berkembang termasuk Indonesia.