Senin, 01 Mei 2017

Mempertanyakan Arah Kebijakan Perdagangan Ternak

OPINI – Trobos Livestock – Edisi 210●Tahun XVIII●Maret 2017

Oleh: Tri Satya Putri Naipospos

http://www.voaindonesia.com/a/kemendag-hapus-ternak-
Sebagian di antara kita mungkin tidak mengira bahwa pemahaman terhadap putusan Mahkamah Konstitusi dalam uji perkara Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan yang telah disampaikan ke publik pada tanggal 7 Februari 2017, bakal menjadi cukup rumit dan meninggalkan tanda tanya. Ke arah mana pemerintah akan mengembangkan kebijakan perdagangan ternak dan produk hewan? Kerugian konstitusional pemberlakuan zona dalam uji perkara yang diajukan ke MK perlu dikaji dengan pendekatan teknis dan ekonomi secara komprehensif, bukan hanya dari kepentingan proteksi produksi dalam negeri dan bisnis.

Sabtu, 06 Agustus 2016

MITIGASI RISIKO IMPORTASI HEWAN DAN PRODUK HEWAN DARI NEGARA YANG MEMILIKI ZONA BEBAS PENYAKIT MULUT DAN KUKU

Oleh: Tri Satya Putri Naipospos

Foto dari David Heath, Pasar Beringkit di
Tabanan, Bali (www.beefcentral.com)
Indonesia menyatakan diri bebas penyakit mulut dan kuku (PMK) pada tahun 1986 dan status ini diakui secara resmi oleh Badan Kesehatan Hewan Dunia (OIE) pada tahun 1990. PMK masih berjangkit di lebih dari seratus negara di dunia sementara perdagangan hewan dan produk hewan antar negara terus meningkat, sehingga Indonesia masih tetap berisiko tinggi terhadap kemungkinan tertular kembali.

PMK merupakan penyakit yang sangat menular dan penularannya difasilitasi lewat perdagangan hewan dan produk hewan serta media perantara lainnya [1]. Negara-negara yang bebas PMK menerapkan tindakan-tindakan pengaturan importasi yang sangat ketat terhadap hewan peka, produk dan hasil sampingannya yang berasal dari negara-negara yang tidak bebas PMK [2]. Bahkan beberapa negara bebas, termasuk Indonesia, menerapkan pendekatan 'risiko nol' (zero risk approach) untuk melindungi wilayahnya dari ancaman tertular kembali.

Sabtu, 09 Juli 2016

Revolusi antibiotik pada ternak

Oleh: Tri Satya Putri Naipospos 

Sumber: http://www.meatfreemondays.com/
world-must-act-on-antibiotics-in-meat-says-report/
Seringkali kita sebagai konsumen tidak terlalu peduli dengan daging sapi atau daging ayam waktu di meja makan. Seberapa amankah daging yang kita makan? Seberapa besar kemungkinan bakteri resisten ada dalam daging?

Senin, 02 Mei 2016

Sebaran Flu Burung Setelah H5N1

KOMPAS, SABTU, 9 APRIL 2016 – OPINI

Oleh TRI SATYA PUTRI NAIPOSPOS

Belakangan ini kita menyaksikan virus flu burung masih berjangkit di beberapa daerah. Kita tidak menyadari selama dua tahun terakhir di seluruh dunia telah muncul subtipe-subtipe baru selain H5N1.

Masalahnya ada 18 tipe H dan 11 tipe N yang berbeda. Kombinasi apa pun mungkin saja terjadi, dan ada galur berbeda dalam setiap subtipe virus, seperti H5N2, H5N3,H5N6, H5N8, H7N2, H7N3, H7N6, H7N8, H7N9, H9N2, dan H10N8. Di antaranya wabah H5N2 dan H7N9 jadi berita utama media internasional.

Selasa, 15 Maret 2016

Pendekatan Berbasis Komoditi Dalam Perdagangan Hewan dan Produk Hewan


Tulisan ini dimaksudkan untuk membahas tentang pendekatan berbasis komoditi (commodity-based approach) dalam perdagangan hewan dan produk hewan yang bisa menjadi satu alternatif dalam memperoleh akses pasar regional dan internasional seperti yang dimaksudkan oleh Badan Kesehatan Hewan Dunia (OIE).
Ditulis oleh: Drh. Tri Satya Putri Naipospos MPhil PhD
Komisi Ahli Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner

Sabtu, 05 Maret 2016

Skenario Impor Daging

KOMPAS - Senin, 22 Februari 2016 - RUBRIK OPINI (halaman 6)
Oleh TRI SATYA PUTRI NAIPOSPOS
S
ejak dulu Pemerintah Indonesia berencana membuka keran impor sapi dan daging sapi dari negara selain Australia.
Awal tahun ini rencana impor daging sapi dari India disusun pemerintahan Jokowi-JK dalam paket ekonomi jilid IX. Di India, apabila berbicara daging sapi, sebenarnya yang dimaksud adalah daging kerbau. Sebelumnya tidak ada hukum nasional di India yang melarang penyembelihan sapi. Sapi dianggap sebagai binatang suci bagi umat Hindu. PM Narendra Modi mulai memberlakukan undang-undang baru yang disetujui parlemen India pada Maret 2015. Sejak itu  pelarangan menyembelih sapi dan mengonsumsi daging sapi semakin diperketat di seluruh India.

Selasa, 23 Februari 2016

Prinsip Zona dalam Perdagangan Hewan dan Produk Hewan


Tulisan ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman tentang konsep zona, keuntungan zona, dan prosedur penetapan zona bebas penyakit tertentu seperti yang dimaksudkan oleh Badan Kesehatan Hewan Dunia (OIE). 

Ditulis oleh: Drh. Tri Satya Putri Naipospos MPhil PhD
Komisi Ahli Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner
Jakarta, 22 Februari 2016
Silahkan unduh di sini

Jumat, 21 Agustus 2015

Pulau Karantina

K O M P A S, SELASA, 11 AGUSTUS 2015 - O P I N I

Oleh TRI SATYA PUTRI NAIPOSPOS

Pemerintah berencana membangun karantina ternak di suatu pulau karena kekhawatiran penyakit mulut dan kuku.

Penyakit mulut dan kuku (PMK) adalah penyakit ternak paling ganas di dunia, paling merugikan secara ekonomi, dan berpotensi menjadi agen agro-terorisme yang bisa merusak dan menghancurkan industri ternak suatu negara.

Para ahli kesehatan hewan bercita-cita membebaskan PMK secara global. Mencontoh penyakit hewan menular lain yang telah dibebaskan pada 2011. Rinderpest lebih mudah diberantas karena serotipe virusnya tunggal. PMK memiliki tujuh serotipe virus dan di antara serotipe tersebut ada lebih dari 60 subtipe. Bahkan, subtipe baru bisa muncul tiba-tiba.

Senin, 04 Agustus 2014

Ebola, Prahara Dunia Ketiga

KOMPAS, RABU, 30 JULI 2014 – RUBRIK OPINI

Oleh TRI SATYA PUTRI NAIPOSPOS

Biasanya dimulai saat bangun pagi di mana korban merasa tak enak badan. Tak ada nafsu makan, kepala pusing, tenggorokan sakit, demam, dan menggigil.

Sebenarnya, apa yang terjadi pada tubuh korban tidak beda dengan penyakit lain yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Namun, ternyata penyakit ebola jauh lebih agresif. Belum ada obat untuk menyembuhkan penyakit ini. Ebola secara perlahan-lahan mulai menyusup dari hutan ke kota dan menembus batas-batas wilayah negara. Ebola membuat ratusan dokter frustasi dalam upaya menyelamatkan korban, tetapi masih selalu gagal menaklukkan penyakit ini.